Budaya Tenun Dayak Iban

Budaya menenun sudah hidup di masyarakat adat Dayak iban sejak zaman nenek moyang.

Ibu Lingau adalah salah satu perempuan yang masih tekun meneruskan tradisi menenun hingga hari ini. Selain menggunakan pewarna sintetis, Perajin tenun Dayak Iban juga menggunakan pewarna alami dari daun engkrebai dan daun manggis untuk warna merah; rengat untuk hitam; juga kulit kayu kepapak.

Motif yang dibuat beragam, terinspirasi dari alam, seperti pepohonan, buah, bunga, akar-akaran. Juga, ada motif sakral yang tidak sembarang orang bisa menenun, seperti motif naga.

Keranjang Belanja